MUSHOLA
Ruang untuk Beribadah, Ruang untuk Menjaga Nilai.
Di tengah padatnya aktivitas latihan, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari, peserta didik membutuhkan ruang untuk beribadah, menenangkan diri, dan menjaga keseimbangan dalam menjalani perjalanan.
Masjid/Mushola menjadi bagian dari lingkungan Diklat Sepakbola Merden Indonesia sebagai fasilitas yang mendukung kebutuhan ibadah peserta didik dan seluruh aktivitas pembinaan.
BAGIAN DARI KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Ibadah menjadi bagian dari rutinitas kehidupan peserta didik.
Di sela kegiatan belajar dan latihan, tersedia ruang untuk menjalankan ibadah dan meluangkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karena pembinaan bukan hanya tentang bagaimana menjadi pemain yang lebih baik, tetapi juga bagaimana menjalani kehidupan dengan nilai dan tanggung jawab.
LINGKUNGAN YANG MENJAGA NILAI
Kehidupan di Diklat Merden berjalan dalam lingkungan yang mengintegrasikan berbagai aspek pembinaan.
IBADAH
Memberikan ruang bagi peserta didik untuk menjalankan kewajiban beribadah.
KEDISIPLINAN
Membiasakan diri menjalankan aktivitas sesuai waktu dan tanggung jawab.
KETENANGAN
Menjadi ruang untuk sejenak berhenti dari aktivitas dan menenangkan diri.
KEBERSAMAAN
Membangun kebiasaan menjalankan ibadah bersama dalam lingkungan yang saling mendukung.
AKHLAK
Membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
SEIMBANG DALAM MENJALANI PERJALANAN
Menjadi seorang atlet membutuhkan latihan yang konsisten.
Menjadi pribadi yang baik membutuhkan nilai yang dijaga.
Keduanya menjadi bagian dari perjalanan peserta didik di Diklat Merden.
Lapangan menjadi tempat mengembangkan kemampuan.
Sekolah menjadi tempat memperluas pengetahuan.
Masjid/Mushola menjadi ruang untuk beribadah dan menjaga nilai.
Semua berjalan dalam satu lingkungan pembinaan.
RUANG UNTUK BERHENTI SEJENAK
Di tengah perjalanan mengejar prestasi, ada saatnya untuk berhenti sejenak.
Menenangkan pikiran.
Menjalankan ibadah.
Bersyukur.
Mengingat kembali tujuan.
Karena perjalanan yang panjang membutuhkan bukan hanya kemampuan untuk melangkah, tetapi juga arah yang menjadi pegangan.
MENJAGA IMAN, MENJAGA NILAI, MENJAGA ARAH.
“Di tengah perjalanan mengejar prestasi, jangan pernah kehilangan arah dan nilai.”